Showing posts with label Psikopatologi. Show all posts
Showing posts with label Psikopatologi. Show all posts

Wednesday, 30 September 2015

Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.  Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul pada saat dewasa muda, dan umumnya semasa hidup secara global, sekitar 0,3% – 0,7%. Orang awam biasanya mengenal penderitanya sebagai "orang gila". Sebenarnya tidak demikian, Skizofrenia berbeda secara harafiah. Suatu kombinasi dari faktor genetika dan faktor lingkungan memainkan peranan dalam perkembangan skizofrenia. Seseorang dengan sejarah skizofrenia dalam keluarga yang menderita "psikosis transien" (pembatasan diri), memiliki kemungkinan 20–40% untuk di-diagnosis satu tahun kemudian.

Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, yaitu skhizein dan phrēn. Kata "skhizein" artinya membelah, dan "phrēn" berarti ingatan. skizofrenia tidak sama dengan "ingatan terbelah", maupun tidak sama dengan gangguan identitas disosiatif yang dikenal sebagai "gangguan kepribadian ganda". Gambaran umum penderita skizofrenia adalah mengalami kombinasi dari 3 gejala utama:
  1. Gejala positif, yang ditandai dengan adanya halusinasi, delusi, dan pikiran yang cepat sekali berubah-ubah dan berbalapan (racing thought).
  2. Gejala negatif, yang ditandai dengan adanya sikap apatis, kurangnya emosi, dan fungsi sosial yang kurang/tidak konsisten. 
  3. Gejala kognitif, yang ditandai dengan adanya jalan pikiran yang tidak teratur (disorganized thought), sulit untuk berkonsentrasi dan mengikuti instruksi yang diberikan kepadanya, sulit menyelesaikan tugas, dan memiliki masalah pada memori.

Sejumlah obat dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia, termasuk kanabiskokain, dan amfetamin. Sebagian dari penderita skizofrenia merupakan pengguna obat-obatan maupun alkohol secara berlebihan. Selain itu, Faktor-faktor seperti hipoksia dan infeksi, atau stres dan malnutrisi pada ibu pada masa perkembangan janin, dapat mengakibatkan sedikit peningkatan resiko skizofrenia di kemudian hariPada awal abad ke-20, seorang psikiatrik yang bernama Kurt Schneider membuat daftar gejala psikotik yang menurutnya dapat membedakan skizofrenia dari gangguan psikotik lainnya. Daftar ini disebut Schneider's first-rank symptoms (gejala peringkat pertama Schneider). Sejumlah upaya telah dibuat untuk menjelaskan hubungan antara fungsi otak yang berubah dengan skizofrenia. Satu teori yang paling umum adalah hipotesis dopamin, yang menjelaskan bahwa psikosis disebabkan interpretasi pikiran yang salah terhadap pelepasan dari "neuron dopaminergis". Ada beberapa jenis skizofrenia, yaitu:
  • Simplex Schizophrenia
Penderita jenis ini adalah yang biasanya dikenal orang awam sebagai "orang gila". Jenis ini merupakan jenis schizophrenia yang terburuk, paling sulit untuk membaik karena biasanya tidak diketahui penyebabnya dan sudah berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Mereka seringkali terlihat di jalanan dan tidak terawat.
  • Paranoid  Schizophrenia
Penderitanya sering terlihat menakutkan karena biasanya mereka  menunjukkan sikap marah atau waspada yang berlebihan. Sikap-sikap ini muncul, karena mereka kerap mendengar suara-suara aneh (bentuk dari halusinasi auditorik), serta mengalami delusi tentang penganiayaan / penyiksaan atau konspirasi tertentu. Penderita jenis ini masih bisa berinteraksi dengan orang lain, masih mampu untuk bekerja, dan bisa melakukan fungsi-fungsi sosial lainnya.
  • Disorganized  Schizophrenia
Sesuai dengan namanya, penderita  skizofrenia  jenis ini mengalami pikiran-pikiran yang sangat tidak beraturan. Mereka juga tidak mampu untuk melakukan aktivitas sehari-hari, walaupun aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang rutin dilakukan, seperti tidak mampu berpakaian serta tidak bisa mandi dan sikat gigi sendiri.
  • Hebephrenic  Schizophrenia
Penderitanya akan berperilaku seperti anak kecil, sering tersenyum sendiri tanpa alasan, melakukan gerakan-gerakan aneh, berbicara yang cenderung tidak jelas, serta memiliki emosi yang datar.
  • Catatonic  Schizophrenia 
Penderitanya memiliki gejala khas pada aktivitas dan gerakan-gerakan tubuh, misalnya melakukan perpindahan posisi tubuh tanpa henti, berlebihan, dan tidak terkendali. Terkadang mereka juga tidak mampu untuk melakukan mobilitas atau pergerakan, contohnya terus menerus berdiri seperti patung. Mereka juga bisa  menunjukkan postur tubuh aneh, sesuai dengan bagaimana orang lain mengatur sikap tubuh mereka terakhir kali, dan tanpa diubah oleh mereka.
  • Undifferentiated Schizophrenia
Biasanya penderitanya dikategorikan di dalam jenis ini karena mereka menunjukkan gejala skizofrenia, namun tidak terlalu terbentuk. Cukup spesifik untuk masuk ke dalam diagnosa skizofrenia, meskipun gejala yang ditunjukkan oleh penderitanya sudah berlangsung lama dan terus menerus muncul. Terkadang penderita jenis ini di-diagnosa sebagai penderita "Mixed Clinical Syndrome".
  • Residual Schizophrenia
Umumnya seseorang dikategorikan skizofrenia jenis ini, ketika ia tidak lagi mengalami gejala-gejala akut skizofrenia. Akan tetapi penderita masih mengalami halusinasi, delusi, maupun perilaku yang menunjukkan gejala skizofrenia, meskipun gejala tersebut sudah secara signifikan berkurang. 

Rujukan: wikipedia

Daftar 5 film terbaik terkait yang bertema skizofrenia antara lain:
1. A Beautiful Mind (2001).
2. Secret Window (2004)
3. The Forbidden Door / Pintu Terlarang (2009)
4. The Soloist (2009)
6. Shutter Island (2010)

Berikut adalah cuplikan film "A Beautiful Mind", dimana kisah nyata menceritakan tentang seorang ahli matematika peraih nobel di bidang ekonomi yang mengalami skizofrenia seumur hidupnya, yaitu John Nash.


Friday, 18 September 2015

Anoreksia nervosa

Anoreksia nervosa(AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. gangguan makan sendiri dibagi dalam 3 tiga tipe yakni anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan gangguan makan yang tidak ter-definisi. Pada umumnya penderita anoreksia mempertahankan bentuk tubuhnya untuk tetap kurus, dalam bentuk ekstrim mereka beranggapan bahwa semakin kurus seseorang maka semakin baik. Sebagian besar anoreksi mengidap pada wanita seumur hidupnya. Kata anoreksia berasal dari kata sifat Yunani anorektos, yang berarti “tanpa nafsu makan.” 

Bila penderita anoreksi mengurangi jumlah makan, sebaliknya pada penderita bulimia makan dalam jumlah besar yang didikuti dengan muntah atau sengaja untuk muntah. Gangguan makan dalam bentuk lain adalah overeating compulsive, yakni perilaku makan secara berlebihan, perilaku tersebut tidak dapat dikontrol oleh individu bersangkutan, biasanya individu akan terus melakukan kebiasaannya meskipun telah mencapai obesitas bahkan sampai sakit. Gangguan ini mengidap pada pria sebagian besarnya. 



Pen-citra-an diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanan-nya. AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikalsosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGThingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut. Penderita AN bisa menuju pada pemberhentian kerja organ-organ tubuh, bahkan kematian. Seseorang yang menderita AN disebut sebagai anoreksik atau anorektik. (Rujukan: wikipedia)

"Nona A" - gambar tahun 1866 dan 1870 setelah perawatan. Dia adalah salah satu penderita pertama kasus Anorexia nervosa. Didapatkan dari naskah medis Sir William Gull.

Penderita AN biasa diderita oleh public figure, seperti para artis maupun model. Mereka berusaha mempertahankan bentuk tubuh mereka dengan cara diet diluar batas normal. Dengan pola makan yang salah demikian, menyebabkan penderita AN tahap awal kehilangan nafsu makan untuk skala waktu yang lama. Ketakutan menyentuh makanan diakibatkan adanya peningkatan berat badan saat mengonsumsi makanan, walaupun dalam jumlah kecil. Pola salah seperti ini lama kelamaan menurunkan sistem kekebalan tubuh, bahkan sistem organ seseorang. Sei-iring dengan berjalannya waktu penderita tidak dapat melakukan aktivitas secara normal, bahkan dapat menuju kematian.

Seseorang boleh saja diet untuk mendapatkan tubuh dan tingkat kesehatan tertentu, namun harus memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi. Gizi bukan didasari permasalahan kuantitas makanan, akan tetapi kualitas makanan perlu diperhatikan sesuai kebutuhan tubuh. Kelebihan dan kekurangan gizi menyebabkan bentuk tubuh yang tidak proporsional. Batas normalnya adalah memenuhi gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Secara psikologis, seorang penderita anoreksia nervosa tidak dapat lagi membedakan ukuran normal dari tubuh-nya. Mereka menanamkan pada bawah sadar mereka untuk menahan makan, yang lama kelamaan menghilangkan nafsu makan mereka secara total (eating disorder). Jika ditelusuri, kadang kala beberapa kasus diakibatkan bully dari lingkungan sekitar semasa kecil maupun remaja sehingga terjadi suatu ketakutan berlebihan dengan penolakan terhadap makanan. Umumnya Insiden puncak untuk anoreksia nervosa adalah sekitar usia 18 tahun. Perlu adanya perhatian khusus dari keluarga dan lingkungan sekitar agar penderita AN dapat pulih kembali seperti sedia kala. Berikut video tentang penderita AN yang masih hidup di negara Perancis akibat industri fashion yang digeluti-nya. Video ini bersumber dari rujukan CBS NEWS, Courtesy Youtube:



Thursday, 27 August 2015

PSIKOPATOLOGI



Psikopatologi adalah cabang dari ilmu biologi yang menyelidiki penyakit dan gangguan mental, serta gejala - gejala abnormal lainnya. Sedangkan patologi sendiri memiliki pengertian ilmu yang mempelajari mengenai penyakit, dan merupakan salah satu cabang dari biologi. Istilah psikopatologi ini mengacu pada sindroma luas yang meliputi ketidak-normal-an kondisi indra, kognisi dan emosi dari individu/kelompok.Di dalam KBBI(kamus besar bahasa Indonesia),istilah psikopatologi memiliki arti sebagai sesuatu bagian psikologi yang menjadikan gejala kejiwaan sebagai objek-nya.
Psikopatologi atau penyakit jiwa/mental merupakan penyakit yang tidak tampak secara fisik, melainkan abstrak melalui perilaku dan kesadaran seseorang yang tidak stabil. Menurut Atkinson terdapat enam kriteria untuk dapat menentukan kesehatan mental seseorang, yaitu :
1. Adanya persepsi yang riil dan efisien dalam memberikan reaksi atau mengevaluasi apa yang terjadi pada lingkungan sekitarnya;
2. Mengenali diri sendiri, baik berkaitan dengan kesadaran atau motif individu;
3. Kemampuan untuk mengendalikan perilaku secara sadar, seperti menahan perilaku impulsif dan agresif;
4. Memiliki harga diri dan dirinya dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya;
5. Kemampuan untuk membentuk ikatan kasih, seperti tidak menuntut berkelebihan pada orang lain dan dapat memuaskan orang lain bukan hanya memuaskan dirinya sendiri;
6.  Ada jiwa yang antusias yang mendorong seseorang untuk mencapai produktivitas.


Berdasarkan gejalanya, psikopatologi /gangguan jiwa, dapat terjadi dalam kelompok bentuk : pikiran, persepsi, kesadaran, perhatian, orientasi, ingatan, emosi, pembicaraan, dan sistem motorik.Penjelasan mengenai gangguan mental tersebut dapat dibagi lagi dalam beberapa sub kelompok, antara lain:
1. Gangguan pikiran 
Di dalam gangguan pikiran, bagian yang terganggu adalah bentuk pikiran dan arus berpikir.


a. Arus Pikirandi bagi menjadi 6 kelompok, yaitu :

  • Pikiran Melompat (Flying Of Idea)

ciri - ciri pikiran melompat  adalah arus pikiran dimana pikirannya cepat beralih dari 1 topik ke topik lainnya.

orang dengan tipe ini banyak berbicara, banyak gagasan dan rencana yang kelihatannya sangat cemerlang tetapi tidak realistis. Orang dengan tipe ini disebut dengan penderita manik. Orang dengan tipe manik masih bisa dimengerti arah bicaranya.

  • Pikiran Melambat
orang dengan ciri - ciri pikiran melambat adalah berbicara lambat, ciri ini banyak terdapat pada pasien depresi berat dan seperti orang yang kurang konsentrasi.

  • Pikiran Terhalang (Thougt Blocking)
ciri cirinya adalah arus pikiran pasien tiba - tiba terhenti.

  • Perseverasi
ciri - cirinya adalah jika ditanya akan memberikan jawaban yang berulang ulang terhadap pertanyaan yang dahulu.

  • Vebrigerasi
ciri-cirinya adalah mengulang kata yang sama, tetapi bedanya tidak ada hubungannya dengan yang ditanyakan.

  • Inkoherensi
merupakan gangguan arus pikiran dimana tidak adanya hubungan dengan kata demi kata.


b. Isi/bentuk Pikirandibagi menjadi 4 kelompok. yaitu :
  • Obsesi
Obsesi adalah suatu ide yang mendesak ke dalam lapangan pemikiran, yang berulang-ulang dan berada diluar kemauan yang bersangkutan. Obsesi diri biasanya menimbulkan dorongan untuk melakukan tindakan tertentu (impuls obsesi).
hasil pemikiran yang datang berulang-ulang dan menimbulkan kecemasan disebut kompulsi.ciri-ciri orang dengan gangguan jiwa adalah menginginkan kesempurnaan dan sulit menentukan keputusan
  • Preokupasi
Preokupasi merupakan pikiran dalam waktu yang lama terpusat pada fokus atau situasi tertentu.
Gangguan isi pikiran ini masih bisa dialihkan.

  • Waham / Delusi
Waham merupakan salah satu gejala yang sangat sering pada gangguan jiwa. Karena merupakan satu keyakinan yang salah tetapi dianggap atau dipercaya sebagai suatu kebenaran dari yang bersangkutan dan tidak bisa digoyahkan dan tidak sesuai dengan latar belakang yang bersangkutan.
Waham memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah :
          *waham curiga, waham ini dibagi pula menjadi 3 kelompok khusus. yaitu : 
-waham kejaran : yang bersangkutan merasa ada orang yang bermaksud jahat kepadanya.contoh : merasa diguna-guna, merasa disantet, merasa ingin dibunuh tetapi tanpa memiliki dasar yang realistis terhadap kepercayaannya.


-waham cemburu : tanpa alasan yng jelas, dia menuduh bahwa pasangannya itu tidak setia atau selingkuh.

- waham dituduh : yang bersangkutan merasa orang - orang menuduh dan memfitnah dia, padahal tidak ada bukti.



       *waham kebesaran, yang bersangkutan merasa dirinya menjadi sesuatu tertentu yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

      *waham cinta, yang bersangkutan merasa bahwa dia dicintai oleh orang tertentu tetapi sebelumnya tidak ada sangkut pautnya oleh orang tersebut. biasanya pada kalangan - kalangan yang penting seperti artis, orang populer dan lain lain.

      *waham nihilistik, yang bersangkutan merasa dirinya sudah tidak bereksistensi lagi.

    *waham dikendalikan, yang bersangkutan merasa segala pikirannya dikendalikan oleh kekuatan luar.

      *waham dosa atau bersalah, yang bersangkutan merasa memiliki dosa yang sangat besar dan tidak bisa diampuni.
  • Thought Insertion, yang bersangkutan merasa ada pikiran yang dimasukan ke dalam otaknya oleh kekuatan luar.

  • Thought Drawl, yang bersangkutan merasa ada pikiran yang ditarik dari dalam otaknya oleh kekuatan luar.

  • Thought Broadcasting, yang bersangkutan merasa pikirannya disiarkan, sehingga orang tau apa yang ada di dalam pikirannya.


2. Gangguan persepsi
 Gangguan persepsi dibagi menjadi ilusi dan halusinasi. Pembagiannya sebagai berikut:
a. Ilusi, merupakan suatu persepsi yang salah terhadap suatu stimulus yang ada.Sebagai contoh:  si penderita melihat wajah yang menyeramkan


b. Halusinasi, suatu keadaan dimana adanya persepsi, tanpa suatu stimulus. Halusinasi ada beberapa jenis berdasarkan kemunculannya, yaitu :

  • halusinasi pendengaran;
  • halusinasi penglihatan;
  • halusinasi penciuman;
  • halusinasi taktil/kinestetik;
  • halusinasi somatik.

3. Gangguan kesadaran

Gangguan kesadaran ini dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu :


a. Clouding of Conciousnessmerupakan gangguan kesadaran dimana ambang kesadaran meningkat sehingga stimulus yang tadinya menimbulkan persepsi yang baik sekarang ini tidak dapat menimbulkan persepsi lagi.

namun, jika rangsang diberikan berulang-ulang dan cukup kuat maka yang bersangkutan dapat menangkap juga.

b. Dreamy Statemerupakan keadaan seperti bermimpi dimana terjadi penurunan kesadaran yang sebenarnya cukup ringan, tetapi disertai dengan disorientasi dan halusinasi.

gangguan kesadaran ini dapat berlangsung beberapa menit, hari,bahkan bulan.orang - orang dengan dreamy state dapat berkelana ke tempat yang jauh tanpa menyadarinya.
c. Confusional Statemerupakan suatu gangguan kesadaran yang ciri utamanya adalah disorientasi disertai oleh kebingungan dan gangguan arus pikir.
d. Deliriumbiasa terjadi pada penyakit infeksi dengan demam tinggi. gangguan kesadaran yang gejala utamanya adalah kegelisahan motorik disertai oleh disorientasi, gangguan arus pikir, ilusi dan halusinasi. Hal yang biasa ditimbulkan adalah halusinasi  pada penglihatan.
e. Somnolen, merupakan gangguan kesadaran diaman terjadi gangguan kesadaran sampai seperti orang tertidur. Tetapi masih bisa memberikan respon bila diberikan rangsang yang cukup kuat.
f. Sopor, merupakan gangguan kesadaran dimana terjadi gangguan kesadaran yang berat tetapi masih dapat memberi respon bila diberi rangsang nyeri.
g.Koma, merupakan penurunan kesadaran yang paling berat dimana rangsangan apapun tidak akan menimbulkan respon.

4. Gangguan perhatian
Perhatian yang dimaksud di sini adalah konsentrasi dalam berfikir. Adapun gangguan tersebut dibagi ke dalam:
a. Distraktibilitas, merupakan perhatian, dimana yang bersangkutan tidak mampu mempertahankan perhatian-nya;


b. Inattantion, yang bersangkutan tidak bisa memberikan perhatian-nya.

5. Gangguan orientasi

Menurut KBBI (kamus besar Bahasa Indonesia), Orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar;atau pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan seseorang. Ketidak-mampu-an /gangguan dalam hal orientasi seseorang disebut disorientasi, yang dapat dibagi menjadi:
a. Disorientasi waktu, yang bersangkutan tidak mampu menjelaskan waktu;


b. Disorientasi Personal, yang bersangkutan tidak dapat mengenali seseorang;

c. Disorientasi Tempat, yang bersangkutan tidak dapat menjelaskan tempat.

6. Gangguan ingatan

Ingatan seseorang dapat terganggu, dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu: 
a. Amnesiadibagi menjadi 2 kelompok kecil lagi, yaitu :
  •  Amnesia Psikogenik


* Katathymic : bersifat parsial, disebabkan oleh hal kompleks yang hendak ditekan oleh yang bersangkutan ke dalam alam bawah sadar.

* Histerical : bersifat total, disebabkan oleh rasa takut/malu yang berlebihan.

  • Amnesia Organik


* Retrograde : yang bersangkutan lupa akan hal-hal yang terjadi sebelum terjadinya suatu peristiwa.

* Antegrade : yang bersangkutan lupa hal-hal yang terjadi sesudah terjadinya suatu perstiwa.



b. Dysmnesiasecara singkat dapat disebut menyimpan ingatan.
dibagi menjadi 2 kelompok. yaitu :
  • Konfabulasi, merupakan suatu penyimpanan dimana kekosongan ingatan pada yang bersangkutan diisi oleh ingatan yang baru yang dikarang oleh yang bersangkutan yang tidak benar.
  • De Javumerupakan penyimpanan ingatan seolah - olah dia sudah pernah berada disuatu tempat padahal sebenarnya belum pernah.

7.Gangguan emosi

Gangguan emosi dapat dibagi menjadi 2 sub kelompok, antaralain:
a. Afekmerupakan ekspresi eksternal dari emosi yang terlihat di wajah kita.


afek dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :

  • Afek Tumpul : Dimana ekspresi afektifnya terbatas;
  • Afek Datar : Tidak ada ekspresi afektif;
  • Afek Inappropriate : Gangguan afek dimana ekspresinya berbeda dengan ide idenya

b. Moodmerupakan kondisi internal dari emosi kita

mood dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
  • Euphoria : kondisi mood yang berisi dengan kegembiraan tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kenyatan;
  • Depresi : Merupakan kondisi mood yang berisi perasaan sedih, tertekan dan tidak bergairah (bersifat patologik).

8. Gangguan bicara

Ada 4 jenis gangguan bicara, yaitu :


a. Gagapmerupakan gangguan bicara dimana berbicara terputus -putus oleh pengulangan kata kata. Biasanya orang tersebut ingin menyampaikan begitu banyak ide dalam waktu yang sangat terbatas sehingga pembicaraan-nya terputus.

b. Mutismamerupakan gangguan bicara dimana orang itu mem-bisu. salah satu contohnya adalah mutisma selektif, dimana penderita hanya mau bicara pada orang - orang tertentu, namun tidak mau biara pada orang lain.

c. Neologismamerupakan salah satu gangguan bicara dimana yang bersangkutan menciptakan kata - kata baru.

d. Word saladmerupakan salah satu gangguan bicara dimana terjadi percampuran kata-kata sehingga tidak memiliki pengertian.

9. Gangguan motorik

Gangguan motorik dibagi menjadi 6 kelompok besar, meliputi:
a. Retardasi Psikomotorikyaitu suatu gangguan motorik dimana adanya penurunan gerak motorik dan gerakan menjadi lambat;


b. Stupor Katatonikyaitu suatu gangguan dimana terjadi penurunan gerak motorik yang sangat hebat dan dapat menyebabkan orang yang bersangkutan tidak bisa bergerak sama sekali;

c. Agitasi Psikomotorikyaitu suatu gangguan dimana terjadi peningkatan aktivitas motorik yang sangat hebat yang berada diluar kesadaran yang bersangkutan dan menimbulkan kegaduhan;

d. Katalepsiayaitu suatu gangguan motorik dimana yang bersangkutan mempertahankan posisi tubuh tertentu secara kaku dan tidak bisa dirubah;

e. Fleksibilitas Cereayaitu suatu gangguan motorik dimana mempertahankan posisi tubuh tertentu tetapi di-gerakan atau dibuat oleh orang lain;
f. Stereo tipiyaitu suatu gangguan motorik dimana terjadi gerakan motorik yang berulang - ulang dan tidak bertujuan.

The Stroop Test